Detail Metadata Artikel
- Pengarang: Surya Afriana
- Abstrak:
Degradasi lahan dan desertifikasi menekan mata pencaharian sebagian besar penduduk Burkina Faso. Negara ini menjadi pihak United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD) pada 1996 dan menyusun National Action Programme (NAP) pada 2000. Pelaksanaan NAP berjalan lewat proyek yang melibatkan banyak aktor dengan kewenangan dan sumber daya berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan struktural dalam implementasi restorasi lahan di bawah NAP. Metode yang dipakai adalah kualitatif eksplanatif dengan studi pustaka atas dokumen UNCCD, pemerintah, dan proyek, yang dianalisis dengan kerangka Multilevel Governance. Hasilnya menunjukkan lima hambatan: koordinasi antarkementerian dan antara pusat dengan daerah belum terpadu, kewenangan tumpang tindih, otoritas lembaga koordinasi terbatas, mekanisme pelaksanaan berbeda di tiap proyek, dan dukungan setelah proyek berakhir belum terjamin. Pendanaan eksternal bukan hambatan; masalah muncul ketika kapasitas tidak berpindah ke lembaga nasional dan pemerintah lokal yang permanen. Simpulannya, restorasi lahan di Burkina Faso bergantung pada sumber daya sekaligus pada cara struktur kelembagaan dan hubungan antaraktor dibentuk.
- Kata Kunci: Burkina Faso, hambatan struktural, NAP UNCCD, restorasi lahan, multilevel governance
- NIM: 2202046014
- Angkatan: 2022
- Program Studi: Ilmu Hubungan Internasional
- Sumber Tulisan: Skripsi
- Pembimbing: Chairul Aftah, S.IP., MIA
- Nama e-Journal: eJournal Ilmu Hubungan Internasional
- Volume: 14
- Nomor: 2
- Tahun: 2026
- File Artikel: Unduh Berkas PDF