Diplomasi Indonesia Dalam Mendorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2022-2024 (Adi Candra Pradana)

Detail Metadata Artikel

  • Pengarang: Adi Candra Pradana
  • Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan strategi diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian konflik Rusia-Ukraina pada 2022-2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap dokumen resmi pemerintah, jurnal ilmiah, buku, dan sumber daring yang relevan. Analisis difokuskan pada praktik shuttle diplomacy, posisi Indonesia sebagai pihak ketiga, penggunaan forum multilateral, serta diplomasi kemanusiaan dan ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk diplomasi paling menonjol terlihat pada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kyiv dan Moskow pada Juni 2022 untuk menyampaikan pesan perdamaian, membuka komunikasi, serta mendorong pemulihan rantai pasok pangan. Indonesia juga memanfaatkan Presidensi G20 2022 untuk menjaga ruang dialog di tengah perbedaan negara anggota, disertai dukungan kemanusiaan kepada Ukraina dan komunikasi lanjutan hingga 2024. Diplomasi Indonesia relatif efektif pada tingkat komunikasi dan normatif karena mampu menjaga hubungan dengan kedua pihak dan memperkuat seruan penyelesaian damai. Namun, secara substantif, diplomasi tersebut belum menghasilkan gencatan senjata atau perjanjian damai. Peran Indonesia karena itu lebih tepat dipahami sebagai bridge builder daripada mediator utama konflik.

  • Kata Kunci: diplomasi Indonesia, konflik Rusia-Ukraina, shuttle diplomacy, middle power, perdamaian
  • NIM: 2102046066
  • Angkatan: 2021
  • Program Studi: Ilmu Hubungan Internasional
  • Sumber Tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Yayuk Anggraini, S.IP., M.Si
  • Nama e-Journal: eJournal Ilmu Hubungan Internasional
  • Volume: 14
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2026
  • File Artikel: Unduh Berkas PDF