eJournal Hubungan Internasional

Fisip Universitas Mulawarman

ALASAN AMERIKA SERIKAT TETAP MEMBERLAKUKAN EMBARGO EKONOMI TERHADAP KUBA PASCA NORMALISASI HUBUNGAN DIPLOMATIK (IBNU HARIDZAH)

Submitted by: Haridzah, Ibnu
On: Nov 11, 2020 @ 4:23 AM
IP: 180.248.121.15

  • Judul artikel eJournal: ALASAN AMERIKA SERIKAT TETAP MEMBERLAKUKAN EMBARGO EKONOMI TERHADAP KUBA PASCA NORMALISASI HUBUNGAN DIPLOMATIK
  • Pengarang (nama mhs): IBNU HARIDZAH
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan mengapa Amerika Serikat tetap memberlakukan embargo ekonomi terhadap Kuba pasca normalisasi hubungan diplomatik. Dalam penelitian ini menggunakan konsep politik luar negeri. Selain itu, penelitian ini diklasifikasikan sebagai jenis penelitian eksplanatif dan sumber data diidentifikasi sebagai data sekunder yang didapatkan melalui studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat tetap memberlakukan embargo ekonomi terhadap Kuba pasca normalisasi hubungan diplomatik meliputi beberapa faktor. Faktor pertama yaitu sumber eksternal merupakan sumber sistematik yaitu Kuba belum memenuhi kriteria UU LIBERTAD AS yang meliputi isu-isu HAM, demokrasi dan klaim asset warga Amerika di Kuba. Faktor kedua yaitu sumber internal AS merupakan sumber pemerintahan yaitu kemenangan partai Republik di kongres dan penolakan oleh elit di Dewan Senat.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Embargo Ekonomi, Kebijakan Luar Negeri AS, Normalisasi hubungan Diplomatik, Poli
  • NIM: 1402045043
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Hubungan Internasional
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Ibu Yuniarti S.IP., M.Si dan Bapak Chairul Aftah, S.IP., MIA
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Hubungan Internasional
  • Volume: 8
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): 12. 1302045043-Ibnu Haridzah
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 12. 1302045043-Ibnu Haridzah

121 total views, 1 views today

Print Friendly